Rahasia Sukses Membangun Sistem PMB Bag.1

Rahasia Sukses Membangun Sistem PMB Bag.1
April 11, 2017 No Comments Education,Internet Marketing,MIS,Social Media satya

Penulis ingin memcoba berbagi pengalaman tentang rahasia sukses membangun sistem informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), namun sebelum kepada hal-hal inti adalah pemahaman tentang pengetahuan dasar tentang Internet Marketing untuk lebih digali, karena akan sangat baik menjadi bahan diskusi atau proposal kepada Pimpinan. Internet dan Marketing sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam perancangan sistem PMB, karena sistem PMB adalah pintu gerbang masuk utama untuk seterusnya menjadi bagian dalam unsur civitas akademik yang disebut mahasiswa.

Aktivitas PMB saya ibaratkan sebuah toko online, namun dengan memiliki toko online bukan berarti Institusi tidak melakukan apa-apa …!, Ingat bahwa persaingan saat ini sangat ketat. Berdasarkan pengamatan penulis sesuatu hal yang cukup mengagetkan adalah banyak tumbuh organisasi penyelenggara pendidikan tinggi baru dan yang lebih sadis lagi adalah mereka yang dulu tidak bermain di bisnis edukasi sekarang terjun. Dengan kekuatan finansial yang hebat dan didukung oleh SDM yang hebat (karena mereka berani membayar mahal) sangat mengancam para pemain lama, apalagi dikelola dengan gaya majamen Old-School sudah dipastikan tersisihkan (bukan menjadi pilihan lagi).

Lihat saja Sampoerna, Kompas Gramedia, Lippo, Bakrie, Podomoro dll…

Lalu apa sih strategi mereka sampai bisa menyodok para pemain lama ?

Saya pernah menanyakan kepada pimpinan sebuah perguruan tinggi “Mengapa Uang Kuliah PT ini belum dinaikan sudah lebih dari 5 tahun ?“, lalu dijawab “Posisi ekonomi lagi sulit, jumlah mahasiswa kami tiap tahun berkurang jadi kami belum berani menaikan kalau tidak penerimaan akan semakin turun“.

Jika saya asumsikan ini adalah ini gaya kepemimpinan klasik, karena menyalahkan ekonomi yang lagi lesu, bagaimana mengukur ekonomi lagi lesu ?, ingat loh ini bisnis pendidikan jika dikelola dengan baik, dalam jangka panjang sulit akan bangkrut.

Produk Apple, Samsung, Sony dll terlahir dengan produk laris dan masuk kategori mahal tetapi orang kok membelinya ?

Coba Anda sekedar ngopi atau ngeteh di Starbuck …!, mahal jawaban-nya…, tetapi mengapa tetap diminati ? Artinya adalah ternyata masih ada pasar…, simpel.

Lalu kira-kira apa sih strateginya ?, sederhana saja sih yaitu :

  1. Kualitas Produk/Jasa, karena PT yang dijual adalah edukasi maka harus dipastikan adalah para pemberi edukasi dalam hal ini Dosen harus yang memilik kualitas, kalau loyalitas nomor dua saja deh, maklum Dosen ngamen dimana-mana (katanya kalau cuma ngendon disini dapur kagak ngebul cuma asap kecil terus nguap, logis saja deh..).
  2. Fasilitas yang adil, ini jangan dipandang remeh…, banyak orang berani bayar lebih atau mahal jika fasilitas bisa membuat mereka nyaman, tetapi kalau PT juga jangan terlalu dibuat nyaman, kalau tidak mereka mahasiswa ngak mau cepat lulus karena betah dikampus (hiii…bukan ini maksudnya) . Perhatikan tipikal pengguna social media saat ini, kenyamanan yang mereka peroleh jika di sharing di social media akan menjadi hal yang positif (jika nyaman), jika tidak maka social media menjadi senjata tajam yang menyakitkan PT.
  3. Kualitas Layanan, ini bukan sekedar kulitas layanan bagaimana SDM melayani tetapi berkaitan dengan bisnis proses didalam seluruh aktivitas akademis (maklum kampus banyak aktivitas), apakah simpel, efekti dan efesien ?, terkadang penulis banyak temui pihak PT membuat aturan yang rasanya kok ngak perlu yang hanya mempersulit. Otomasi layanan akan jauh lebih baik, ingat Pelanggan saat ini sangat kritis.
  4. Social Marketing,bagian ini cukup dahsyat jika PT merubah mindset pola marketing memanfaatkan Social Media, lihat saja jumlah pengguna FaceBook yang hampir 2 milyar mulai dari berbagai usia dan digunakan semua kalangan dan hebatnya muncul Enterprenur Baru yang hebat dalam kurun waktu yang singkat karena melakukan digital marketing melalui social media.
  5. Affiliate Marketing, tidak bisa dipungkiri salah satu sukses perusahaan besar dalam meningkatkan angka sales dengan yaitu karena menjalin kemitraan, dengan kemitraan ibarat membangun simpul-simpul agen promosi tanpa pihak pusat bersusah payah melalukan campaign promosi, dalam bisnis edukasi sebaiknya sudah mulai dianalisa untuk membuat sebuah rumusan kemitraan hingga menjadi sebuah strategi nyata di bidang marketing.

 

Hal-hal tersebut diatas (1 sd 3) adalah paket yang tidak bisa dipisahkan atau diceraikan atau pincang disatu sisi, semua harus ber-imbang, akan lebih sempurna jika poin 4 terwujud.

Perguruan Tinggi (PT) bukan sekedar menjaring mahasiswa, tetapi kita harus merawat mereka dalam jangka waktu yang tidak pendek, Diploma (1-4 tahun), S1 (1-7 tahun), S2 (1-5 tahun), S3 (1-…tahun), bisa dikatakan tugas PT lebih berat daripada penjual barang/jasa lain yang hanya memberikan garansi mulai dari hari,bulan, tahun tetapi sangat singkat.

Menurut kotler (2003: 138) Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. Jadi, kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan maka pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas. Jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan amat puas atau senang.Kunci untuk menghasikan kesetian pelanggan adalah memberikan nilai pelanggan yang tinggi harapan maka pelanggan akan puas. Jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan amat puas atau senang. Kunci untuk menghasikan kesetian pelanggan adalah memberikan nilai pelanggan yang tinggi.

Kalau Pimpinan / Owner Organisasi tidak punya rasa pede dan belum memiliki strategi siap-siaplah nukik ke bawah, jika jumlah penerimaan mahasiswa baru Anda dalam kurun waktu 5 (lima) tahun berturut-turut turun terus menurun rasanya untuk membangun dan bangkit naik akan mengalami jalan yang sulit walau bukan berarti tidak mungkin.

Kampus itu gudangnya orang pintar.., tul ngak ?, pasti disana banyak dijumpai ber-gelar Sarjana, Master sampai kepada Professor, tetapi mudah-mudah jangan pintar ber-teori saja, sudah saatnya action, jadi pempimpin itu memang tidak mudah harus berani, fokus, jujur dan punya idealisme, terkadang djumpai pemimpin terlalu takut kehilangan posisi walau misi dan visinya diganjal yang pada akhirnya selama kepemimpinan tidak menghasilkan produk/kebijakan yang dapat dikenang.

Baiklah sekarang mari kita fokus kepada praktek, jangan teori terus.., saya fokus kepada poin 3 tentang Kualitas Layanan, kalau point 1, 2, 4 biarkan para Pemimpin/Owner ber-explorasi.

Continue …(Next Artikel …secepatnya)

 

Tags
About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *